Apa kabar? Kabar baik hari ini diharapkan.
Rindu: Hai Pilu?
Rindu, satu kata yang sulit kita jelaskan makna sesungguhnya.
Bagi sebagian mereka, rindu bukanlah suatu hal yang sesulit itu.
Bisa ditahan walau memang hati di dalamnya sebenarnya meronta-ronta.
Tetapi, bagi sebagian lainnya, perkara rindu bukanlah sebuah hal yang dapat dikesampingkan.
Hati yang lemah, menyebabkan jantung tidak dapat memompa selayaknya hari-hari lain.
Gelisah, sakit, juga pilu meskipun tidak tahu di bagian mana bermasalahnya.
Air mata berjatuhan, entah itu diminta ataupun tidak.
Pikiran? Berkelana jauh entah kemana. Membuat diri tampak menyedihkan.
Bagus, jika rasa rindu itu dapat terbalaskan dan sembuh segera.
Beruntung, jika dapat bertemu dengan yang dirindukan.
Apalagi yang dirindukan ternyata berkata bahwa ia merindukanmu kembali.
Sekitar diri terasa seperti dipenuhi emoticon bunga juga hati.
Lantas, bagaimana dengan tidak terbalaskan?
Dia yang masih hidup, ternyata tidak ingin kita rindukan.
Dia yang sering kita jumpai, ternyata tidak merindukan kita kembali.
Dia yang sangat dekat denganmu, bahkan tidak tahu perasaan itu.
Yang lebih menyakitkan, ketika yang dirindukan telah meninggalkan semesta.
Iya, pedih.
Sangat pilu. Bahkan diri sendiri tidak bisa mengukur betapa akan pilunya.
Tetapi jangan menyalahkan, apalagi menyesal.
Perasaan bukan sesuatu yang dapat disalahkan dan disesali.
Karena ia datang begitu saja, tanpa ada perencanaan sebelumnya.
Anugerah bagi kita, masih bisa merasakan bagaimana beragamnya jenis perasaan.
Berdoa saja, semoga mereka yang dirindukan selalu diberikan kebahagiaan.
Entah masih sefrekuensi dengan kita di alam semesta ini ataupun tidak.
Entah rindu itu terbalaskan oleh mereka atau tidak.
Percayalah.
Rencana Tuhan lebih indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar